Jembatan Ambruk, Warga Lewat Sungai

23 January 2013 /   Kategori : Berita Jonggol

JONGGOL-Warga Desa Sukagalih Kecamatan Jonggol dan Desa Tegalpanjang Kecamatan Cariu, setiap hari harus menantang maut karena Jembatan Cihoe yang menjadi sarana penghubung telah ambruk.

Hingga kemarin, warga terutama pelajar yang akan berangkat ke SDN Taruna Mulya di Desa Tegalpanjang terpaksa melewati Sungai Cihoe dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

”Setelah jembatan ambrol, kini banyak warga yang melintas sungai dan saya khawatir air akan meluap tiba-tiba,” ujar Ketua RW 05, Kampung Cimendo, Desa Sukagalih, Muhaimin kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurut dia, jembatan bambu sepanjang 50 meter dan lebar 1,5 meter itu baru selesai dibangun akhir tahun 2012 dengan swadaya masyarakat.

Lebih lanjut ia mengatakan, para siswa SDN Taruna Mulya dari Desa Sukagalih setiap hari terpaksa melintas dengan cara digendong salah satu keluarga yang telah dewasa. ”Kalau siang, orang tua menunggu di seberang sungai agar lebih mudah memantau,” ucapnya.

Romi (9) siswa kelas III SDN Taruna Mulya mengaku, takut saat melintasi sungai karena cukup dalam serta arusnya deras. ”Kalau tak digendong bapak, bisa lama sampai ke sekolah karena kalau lewat sungai hanya 300 meter sedangkan jalur utama lebih dari empat kilometer,” keluhnya.

Menanggapi masalah ini, Kepala Desa Sukagalih, Samsudin mengaku, sudah mengajukan perbaikan jembatan kepada pemerintah. Terlebih, saat terjadi banjir 16 rumah juga mengalami rusak berat dan 231 rusak ringan. ”Semoga cepat ada bantuan perbaikan agar aktivitas warga kembali normal,” katanya.

Sementara itu, pasca meluapnya Sungai Cibeet dan Cihowe yang mengakibatkan 6 rumah terbawa banjir dan 208 rumah di Desa Sukajadi serta 63 rumah di Desa  Kutamekar terendam, kondisi warga mulai pulih.

Camat Kecamatan Cariu, Didin Wahyudin mengaku, telah menyalurkan bantuan kepada para korban. Sedangkan, rumah rusak sudah diajukan ke Pemkab Bogor.

Kades Sukajadi, Nurdin mengatakan, bencana banjir yang terjadi tahun ini merupakan yang terparah.(abe)

KPUD Tetapkan DPT Kabupaten Bogor 3.339.895 Orang

16 January 2013 /   Kategori : Berita Politik

CIBINONG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor sebesar 3.339.895 orang. Jumlah ini terdiri atas 1.713.206 pemilih laki-laki dan 1.626.689 pemilih perempuan. DPT ini diumumkan seusai rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor di Ruang Serbaguna II, Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Jumat (11/1).
DPT ini ditetapkan jadi DPT Kabupaten Bogor yang berlaku pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar yang digelar 24 Februari 2013 mendatang. Selain DPT, KPU juga mengumumkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang mencapai 7.379 yang tersebar di 40 Kecamatan di Ka­bu­paten Bogor, termasuk TPS di Lem­baga Pemasyarakatan Pondok Rajeg.
Rapat pleno dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bogor Iyus Djuher, Asis­ten Pemerintahan Kabupaten Bogor, Rudy Gunawan, perwakilan tim kampanye dari masing-ma­sing calon, serta para anggota pe­nye­lenggara pemilihan umum di wilayah Kabupaten Bogor.
Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ahmad Fauzi mengatakan, memang masih terbuka peluang ada pemilih yang belum terdaftar. “Para pemilih yang belum terdaftar tersebut, dapat melapor kepada panwaslu maupun tim kampanye agar dapat diteruskan kepada kami untuk selanjutnya dite­ruskan kepada KPU Jabar untuk se­gera didaftarkan menjadi pemilih te­tap tambahan,” katanya.
Pemilihan tetap tambahan ini, me­­nu­rut Ahmad Fauzi, da­pat di­ako­­mo­dasi, karena data kepen­du­du­­kan bersifat dinamis. Terkait data ke­pen­du­dukan yang sekarang sudah di­rekam secara elektronik dengan e–KTP, Ahmad Fauzi berharap dapat me­ning­kat­kan kualitas DPT pada pe­milih­an umum yang akan datang. =ZAN

Hello world!

16 January 2013 /   Kategori : Uncategorized

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!